Langsung ke konten utama

Postingan

Pacaran untuk Mencari Jodoh yang Sholeh

Sebelum cari kriteria "Pacar yang cocok dan sholeh untuk dijadikan istri", kita harus ketahui bersama bahwa.... PACARAN DI DALAM ISLAM ITU HARAM. Kok bisa haram sih? Kalo mau nyari kata "pacaran" dalam Alquran maupun hadits, emang gak bakalan bisa ditemukan. Tapi, coba deh kita bahas apa aja sih yang biasa dilakukan ama orang pacaran? 1. Telepon berduaan aja, jalan-jalan berduaan aja, naik motor berduaan, nyari tempat sepi berdua biar adem, apa namanya kalo bukan berkhalwat? Tau kan ada hadits yang isinya begini, لاَ ÙŠَØ®ْÙ„ُÙˆَÙ†َّ رَجُÙ„ٌ بِامْرَØ£َØ©ٍ Ø¥ِلاَّ Ùƒَانَ Ø«َالِØ«َÙ‡ُÙ…َا الشَّÙŠْØ·َانُ “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad) Wanita yang dimaksud di hadits ini adalah wanita yang bukan mahramnya. Mahram itu apa? Orang yang gak bisa dinikahi;ibu, adek/kakak perempuan, anak, nenek, dst. Kalo mahramnya cewek? Disesuaikan saja lah... 2. Minimal orang yang pacar...

I'll Always Remember You

I can’t forget about MIZUMOUZA. Masa 3 tahun di Gorontalo yang dulu gue anggap suatu bencana ternyata kini dirindukan. Gue yang selalu mengutuk keadaan gue yang terjebak di pulau orang kini kerap kali membuka kenangan-kenangan yang tersisa di buku tahunan dan media di netbook. Gue tahu, kehidupan itu bagai kertas, tinggal kitanya yang mau ngisi itu kertas indah atau kosong doang. Beruntung, gue sudah tau hal itu sejak berumur 16 tahun, sejak gue di Gorontalo, di Insan Cendekia. Maka, gue sering kali berpartisipasi di banyak kegiatan yang ada di ICG. Untuk apa? Untuk menciptakan kenangan yang mungkin bisa dikenang ketika gue meninggalkan ICG. Hasilnya? Gue kangen sama temen-temen gue di asrama. Kangen pas ada makanan di kamar lantai bawah terus anak-anak se-asrama langsung menyerbunya. Kangen pas baru beres UAS langsung nyerbu markas komik (kamar siapa hayo?). Kangen pas jalan-jalan gak jelas ke danau Perintis tapi taunya menjadi kenangan tersendiri buat gue. Kangen pas...

Permohonan Maaf untuk Teman-Teman yang Merokok

Beberapa waktu lalu saya menulis berbagai tulisan di media sosial yang isinya mengkampanyekan hidup tanpa rokok. Tanpa bermaksud menyakiti orang lain, nampaknya ada pihak yang tersinggun dan langsung merespon. "Dengan merokok, kita dapat memunculkan inspirasi." Saya tak ingin membahas apakah merokok dapat memunculkan ispirasi atau tidak. Saya disini hanya ingin menyatakan minta maaf kepada orang-orang yang merasa tidak nyaman dengan berbagai tulisan saya yang memojokkan perokok. Motivasi saya menulis berbagai tulisan anti-rokok adalah ketika banyaknya orang yang tidak menghargai orang-orang di sekitarnya. Kita dengan mudah menemukan orang yang merokok di dalam bis umum ketika keadaan di dalam bis sesak penuh penumpang. Hal ini sungguh tidak menyenangkan bagi penumpang yang tidak merokok, termasuk saya. padahal, bahaya merokok udah banyak disosialisasikan di berbagai media. tapi, kalau sudah candu memang bahaya. Susahnya berhenti merokok saya dapati setelah ...

Klub Cerita Dwita

Sahabat Kusayang Sahabatku Malang

Adakah disaat kalian merasakan kebosanan yang benar-benar tak berujung? Kini aku merasakannya. Apalagi dengan rutinitas monoton yang menjerat hidup. Sekolah-rumah-sekolah-rumah. Sungguh bosan. Keikutsertaanku di beberapa organisasi di sekolah pun tak mampu memecahkan kejenuhan hidupku, justru membuatnya semakin keruh dengan berbagai beban yang kutampuk. Misalnya saja sekarang. Sebagai ketua mading sekolah, kini aku kerap disalahkan oleh Pak Bayu ketika isi mading tetap sama dengan pekan lalu. Emang ini salah ketua? Tidak. “Anak-anak buahku” lah yang tak bekerja dengan benar. “Maaf ya, kita tak bisa bantu sekarang.” Tak apalah jika hanya seorang yang berkata seperti itu. Tapi, kalau tujuh dari sepuluh anggota mengatakan hal yang sama, itu sungguh menjengkelkan. Maka hanya ada tiga orang yang tersisa untuk menyelesaikan “mading dadakan” ini. “Pakai bahan-bahan yang udah ada aja. Tak usah lah cari-cari yang tidak ada,” Yusuf memberi usul yang sangat membantu. “Yasudah, c...

Aku, Novel, dan Modem Internet

Tiada hari tanpa internet. Pernyataan ini nampak berlebihan. Namun, di masa modern hampir seluruh aktifitas selalu membutuhkan internet. Mahasiswa yang ingin mencari artikel yang terkait tugas kampus, Ibu-ibu yang suka belanja dan membanding-bandingkan harga, bahkan anak-anak SD sekalipun kini membutuhkan internet. Namun, kebanyakan anak muda kini memanfaatkan kehebatan internet hanya terbatas pada media sosial. Mengunggah foto gaya alay, memperbaharui status galau yang seakan hidupnya adalah yang paling merana di dunia ini. Padahal, teknologi internet bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar update status setiap menit. “Aku kesepian, butuh teman nih.” “Dia tak dapat mengerti isi hatiku.” “Kuingin melupakanmu, namun aku tak bisa.” Alamak, piawai sekali anak muda kini merangkai kata. Kalau kamu mengumpulkan semua status yang pernah kamu tulis bisa jadi novel, diterbitkan, dapat uang deh. Hehe.... Hal itu tak pernah kusadari hingga kejadian ini menimpaku. Libur semester kali i...