Langsung ke konten utama

Postingan

Nggak Betah di Asrama?

Hari gini masih nggak betah di asrama??? Please deh, kenapa juga harus nggak betah. Baik, mari kita coba analisis kenapa sih masih ada yang nggak betah. 1. Pertemanan Nah, ini nih salah satu faktor yang mempengaruhi kebetahan kita di asrama(betul toh). Untuk faktor ini ada beberapa hal yang harus kamu hindari supaya pertemananmu di asrama baik: -Nggak berani gaul; jangan salahin orang lain kalau kamu nggak berani gaul sama temen-temen kamu. Jangan sampai kamu nggak kenal sama teman sekamarmu. Beranikanlah diri memulai pergaulan dengan perbincangan singkat seperti menanyakan kabar, berdiskusi bareng teman, atau perhatiin temen yang butuh bantuan. Pokoknya, selama sikapmu tidak menyinggung hati orang lain, beranikanlah diri untuk bergaul. Jangan tertutup amat deh... -Kebanyakan ngomong; orang susah ngomong memang membahayakan, tapi kalau kebanyakan ngomong gimana tuh? Ha, selain harus terbuka pada teman, kita juga harus menjaga mulut kita untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dinilai ...

Air Kuambil, Airku Raib

Pasti kalian yang telah mengalami kehidupan berasrama telah merasakan betapa berharganya air minum dalam kehidupan kalian. Namun sayangnya, tingginya harga air minum di asrama ini membuat beberapa oknum yang malas mengambil atau membeli air menum menjadi seenaknya terhadap orang yang memiliki air minum. Misalkan nih, aku ngisi air dibotol jam delapan malam. Aku langsung menyimpannya diatas meja belajar. Keesokan harinya saat aku mau minum, air dalam botolku telah raib. ARGH... Ini sangat tidak menyenangkan. Ini ada beberapa cara untuk mengamankan air minum kamu dari tangan orang-orang malas nan serakah: Simpan botolmu ditempat tertutup dan tidak terlihat oleh orang yang suka lalu lalang ke kamar kamu. Misalnya dalam lemari pakaian, asal jangan sampai tumpah. Tapi kamu juga harus tahu diri, jangan sampai kamu dicap pelit gara-gara kamu tidak memberi air minummu pada temanmu yang sedang kehausan. Selama batas wajar, kasih deh. Kelewatan, timpuk pake buku.... Tulis besar-besar pada boto...

Sekolah Asrama? Keren Banget...

Sekolah berasrama, bagi banyak kalangan terutama anak rumahan merupakan suatu momok bagi kehidupannya. Mereka yang tidak siap melepas pelukan mama untuk menemani tidurnya biasanya sulit beradaptasi dengan kehidupan asrama. Parahnya lagi ada yang sampe membuat onar demi membuat pengurus asrama kewalahan. Semua itu tentu akan berbeda bagi kamu-kamu yang sudah pernah berasrama atau mudah beradaptasi dengan lingkungan. Kalian akan menemukan betapa menyenangkannya hidup berasrama bersama teman-teman. Makan bareng, belajar bareng, seneng bareng, duka bareng, segalanya bareng. Kadang, nakal juga bareng. Huahaha..... Tapi, bagaimana pun pendapat kalian mengenai asrama, selamat menikmati blog baru ini yang didedikasikan buat kamu-kamu yang ingin mengenal lebih dalam mengenai asrama.

Kamu Galau? Jangan ya!

Pernah nggak sih kamu ngerasa hidup sunyi, tak bermakna, bosan, galau, dan berbagai perasaan yang bikin kita pingin cepat-cepat menyelesaikan hidup, berganti waktu atau mati sekalian. Itu semua cuma sementara. Iyakah? Beneran deh, itu cuma sementara. Yang jadi masalah itu, hal yang sementara itu mau dibuang atau dipelihara hingga menjadi pohon kegalauan yang besar didalam hati. Bingung cara membuang kegalauan itu? Mungkin tips ini bisa membantumu membuang kegalauanmu: Coba tuliskan pada kertas apa yang ada dalam hatimu. SEGALANYA!!!! jangan dicemot-cemot. Takut ketahuan orang? Kamu boleh tulis pakai bahasamu sendiri (lho?); maksudnya buatlah sandi yang cuma kamu yang tahu. Terlalu ektrim? Menulislah ditempat yang tenang sehingga bisa membuat hatimu terbuka dan tentu saja, nggak ketahuan orang. Utarakan kegalauanmu pada temanmu yang bisa mendengarkanmu dan bisa menjaga rahasia. Eh... selain bisa jaga rahasia juga coba cari teman yang bisa cari solusi yang bener, jangan ikutin sara...

Mengapa muslimah harus pakai jilbab?

Banyaknya muslimah yang tak mengenakan jilbab membuat saya khawatir dengan umat Islam. Kalau saya sedikit amati, kebanyakan muslimah itu masih malu mengenakan jilbab dan khawatir akan menghambat pergaulannya. Khusus buat muslimah yang masih remaja, alasannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mendapat..... PACAR. Astaghfirullah . Padahal, Allah kan sudah menjanjikan suami yang baik bagi perempuan yang baik. Kalau yang bobrok? Mungkin anda tahu jawabannya. Ya, saya memang bukan orang yang pandai menulis. Tetapi saya berharap posting ini bisa mengetuk hati para muslimah. 1. Perintahnya ada dalam Q.S. Al-Ahzab:59 dan Q.S. An-Nur:31 . Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya* ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q.s. Al-Ahzab:59) *...

Kesempurnaan yang sempurna, Ada?

Jangan pernah kau mengharapkan kesempurnaan dari orang-orang terdekatmu. Orang tuamu, sahabatmu, temanmu, dan orang-orang didekatmu. Orang tua kita telah berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Andai ada kesalahan, kekurangan, ataupun lainnya; itu bukan berarti mereka tidak menyayangi kita. Orang tua juga manusia, pasti memiliki kekurangan. Hormati setiap perjuangan mereka. Selain itu, restu Allah berada pada restu orang tuamu. Sahabatmu adalah orang yang selalu bersimpati dan berempati pada kita. Andai ia tidak memenuhi keinginanmu , melakukan kesalahan, atau menyakiti hatimu; katakan padanya. Sebagaimana manusia, ia tak luput dari kesalahan. Buka matahatimu, berikan penghargaan padanya, berkomunikasi dengan cara yang baik, dan cara-cara lainnya patut kita lakukan demi kenyamanan bersama. Jangan pernah ber su'udzan (berperasangka buruk) pada orang-orang disekitar kita. Yakinkan diri orang lain tidak akan mengganggu kita kalau kita tidak mengganggu mereka pula. Jika mere...

Nekad Dong!!!!

Sebagai pribadi, aku takut mencoba hal baru seperti makanan baru, pengalaman baru, dan segala-gala yang baru {untuk baju baru, uang baru, dan buku baru nggak masalah}. Namun, sekiranya aku terus bertahan dengan tidak mencoba hal-hal yang baru itu, kapan aku bisa mendapat sesuatu yang spesial? Susah ya? Gini deh. Tulisan ini terinspirasi dari pengalamanku Sabtu kemarin saatku belajar mengendarai motor yang dipandu Hanif, sepupuku. Pada awalnya aku takut, khawatir, dan berbagaui perasaan lainnya yang tidak mendukungku melakukannya. Tapi, kira-kira kalau aku terus seperti ini kapan aku bisa mengendarai motor coba? Maka dengan modal kenekadan melawan rasa takut aku mencoba mengendarai motor sendiri dengan pengawasan Hanif. Hasilnya, membanggakan. Aku bisa menjalankan motor sambil keliling lapangan sepak bola. Yah, ada insiden dikit sih. Tapi hal iti tidak menyurutkan semangatku. Masih puyeng? Gini deh, intinya kita nggak usah takut untuk melakukan hal yang sebelumnya belum pernah kita...