Langsung ke konten utama

Dari Bumi Panua ke Tatar Galuh

"Gorontalo panas, nggak kayak Ciamisku yang sejuk..."
Itulah komentarku saat membandingkan Gorontalo dan Ciamis dari sisi iklim.

Sebagai anak yang telah terbiasa dengan udara sejuk, maka saat awal-awalku tiba di Gorontalo terasa begitu menggerahkan. Bahkan saat ada acara outbond yang diselenggarakan sekolah, aku benar-benar tersiksa hingga kulitku terbakar dan terkelupas. Namun setelah setahunku di Gorontalo, aku sudah dapat beradaptasi dan nyaman. Imbasnya, ketika tahun ini aku pulang kampung, aku tidak dapat merasa nyaman dengan iklim di Ciamis. Pagi=dingin; siang=dingin; malam=dingin juga. Dinginnya Ciamis pun sangat terasa saat ku mengambil air wudhu. Brr... dingin walau matahari telah diatas atap rumah. Apalagi kalau lagi mandi, BRRRRR.......

Mungkin ini karma (emang ada?) yang dijatuhkan padaku yang terlalu membanggakan Ciamisku yang sejuk kini benar-benar 'sejuk' kurasa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacaran untuk Mencari Jodoh yang Sholeh

Sebelum cari kriteria "Pacar yang cocok dan sholeh untuk dijadikan istri", kita harus ketahui bersama bahwa.... PACARAN DI DALAM ISLAM ITU HARAM. Kok bisa haram sih? Kalo mau nyari kata "pacaran" dalam Alquran maupun hadits, emang gak bakalan bisa ditemukan. Tapi, coba deh kita bahas apa aja sih yang biasa dilakukan ama orang pacaran? 1. Telepon berduaan aja, jalan-jalan berduaan aja, naik motor berduaan, nyari tempat sepi berdua biar adem, apa namanya kalo bukan berkhalwat? Tau kan ada hadits yang isinya begini, لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad) Wanita yang dimaksud di hadits ini adalah wanita yang bukan mahramnya. Mahram itu apa? Orang yang gak bisa dinikahi;ibu, adek/kakak perempuan, anak, nenek, dst. Kalo mahramnya cewek? Disesuaikan saja lah... 2. Minimal orang yang pacar...

Percayalah, Tuhanmu akan memberikan yang terbaik

Apa yang akan anda rasakan jika keinginan kita tidak terwujud? kebanyakan dari kita merasa sedih, marah, dan berbagai perasaan buruk lainnya yang tidak enak untuk dirasakan. Sebenarnya hal itu tidak harus terjadi jika kita telah berprinsip "Bahwa Tuhan kita telah merencanakan hal yang terbaik untuk kita". Sebagaimana kita ketahui, Tuhan kita telah menggariskan takdir kita sebelum alam semesta ini tercipta. Maka kita tidak perlu bersedih, karena sesungguhnya, Tuhan kita telah merencanakan yang terbaik untuk kita. Jadi, hal apapun yang terjadi pada kita, percayalah bahwa Tuhan kita akan memberikan yang terbaik walau pada saat ini kita melihatnya tidak baik...

Ujian Usai....!!!!

Huaaa..... Alhamdulillah. Akhirnya aku bebas dari rangkaian Ujian Tengah Semester yang berlangsung selama dua pekan ini. Setelah perjuanganku melawan kantuk untuk belajar dimalam hari (namun gagal), kini kebebasan benar-benar melegakan. Namun sayang, beberapa nilai yang telah keluar kurang memuaskan. Mungkin aku kurang serius belajar kali ya. Kerjaanku cuma denger MP3, baca cerpen, baca buku pelajaran sebentar, trus bobo...(!?). Gimana mau sukses, coba? Ya... ntar-ntar kalo ada ujian belajar bener-bener, nah?

Membangkitkan Ekonomi Kerakyatan dengan Optimalisasi Zizwaf secara Produktif

Tingkat pertumbuhan ekonomi negara Indonesia merupakan ketiga tertinggi di dunia setelah Tiongkok dan India. Hal ini membuat persepsi bahwa perekonomian Indonesia sudah menjadi lebih baik sehingga menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di Indoensia. Selain itu, jika kita menilik pada jumlah angka kemiskinan, sebagaimana dilansir pada situs http://www.tnp2k.go.id ,   jika dibanding dengan tahun 1998 dimana jumlah penduduk miskin mencapai 47,97 juta, ternyata telah terjadi penurunan angka kemiskinan pada 2011 menjadi 30,02 juta. Namun, sungguh disayangkan ternyata penurunan angka kemiskinan tidak dibarengi dengan pengurangan jarak kekayaan si kaya dan si miskin pada saat ini kian jauh. Sebagaimana dicantumkan di dalam Antara (23/02/17), Oxfam menyebutkan kekayaan kolektif empat orang terkaya di Indonesia, yang tercatat sebesar 25 miliar dolar AS, sama dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin. [1] Hal ini mencerminkan pemerintah belum berhasil hadir unt...