Langsung ke konten utama

Sikap yang Tidak Berempati di Gerbong KRL

Saya telah beberapa kali maik KRL relasi Jatinegara-Bogor  saat sore hari. Semua gerbong selalu dipenuhi oleh penumpang dan saya selalu tak kebagian tempat duduk. Namun, saya sungguh kesal dengan beberapa orang yang tak memiliki rasa empati terhadap penumpang lainnya. Coba, disaat ada wanita yang masih berdiri pemuda yang duduk tak mempersilahkan si wanita untuk duduk. Padahal, apa gak kuat cowok berdiri ‘beberapa’ menit di kereta? Pemuda yang duduk di kursi dan tak peduli dengan yang lain memang buruk, namun masih ada yang lebih parah lagi. Ada beberapa penumpang sejak masuk kereta telah mengincar sisi pintu yang jarang dibuka di beberapa stasiun dengan posisi jongkok. JONGKOK. Duh.. posisi mereka membuat ruang berdiri penumpang lainnya semakin bekurang. Mereka tak peka dengan perasaan penumpang lainnya.

Padahal, apa mereka yang jongok itu terlihat masih muda dan tak terlalu kepayahan. Ngantuk? Semua orang yang kelalahan pasti mengantuk. Tapi, apa hal itu menjadi pembenaran sikap mereka untuk jongkok didalam kereta.

"Gue juga beli tiket. gue berhak dong mendapat kenyamanan." 

Kalau semua penumpang berpendapat demikian dan bersikap tak saling mengalah, mau jadi seperti apa perjalanan dalam KRL? Ingatkan, setiap hak individu tidak boleh menghalangi hak individu yang lain.

So, kalau kalian berada dalam gerbong yang padat, jangan pernah jongkok, ya... Jaga rasa empati kalian dimanapun dan kapanpun..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Percayalah, Tuhanmu akan memberikan yang terbaik

Apa yang akan anda rasakan jika keinginan kita tidak terwujud? kebanyakan dari kita merasa sedih, marah, dan berbagai perasaan buruk lainnya yang tidak enak untuk dirasakan. Sebenarnya hal itu tidak harus terjadi jika kita telah berprinsip "Bahwa Tuhan kita telah merencanakan hal yang terbaik untuk kita". Sebagaimana kita ketahui, Tuhan kita telah menggariskan takdir kita sebelum alam semesta ini tercipta. Maka kita tidak perlu bersedih, karena sesungguhnya, Tuhan kita telah merencanakan yang terbaik untuk kita. Jadi, hal apapun yang terjadi pada kita, percayalah bahwa Tuhan kita akan memberikan yang terbaik walau pada saat ini kita melihatnya tidak baik...

Pacaran untuk Mencari Jodoh yang Sholeh

Sebelum cari kriteria "Pacar yang cocok dan sholeh untuk dijadikan istri", kita harus ketahui bersama bahwa.... PACARAN DI DALAM ISLAM ITU HARAM. Kok bisa haram sih? Kalo mau nyari kata "pacaran" dalam Alquran maupun hadits, emang gak bakalan bisa ditemukan. Tapi, coba deh kita bahas apa aja sih yang biasa dilakukan ama orang pacaran? 1. Telepon berduaan aja, jalan-jalan berduaan aja, naik motor berduaan, nyari tempat sepi berdua biar adem, apa namanya kalo bukan berkhalwat? Tau kan ada hadits yang isinya begini, لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad) Wanita yang dimaksud di hadits ini adalah wanita yang bukan mahramnya. Mahram itu apa? Orang yang gak bisa dinikahi;ibu, adek/kakak perempuan, anak, nenek, dst. Kalo mahramnya cewek? Disesuaikan saja lah... 2. Minimal orang yang pacar...

Politik Kampus Hari Ini Cermin Politik Nasional di Masa Depan

Apa kamu merasa prihatin dengan dunia perpolitikan Indonesia? Berarti kita sama. Mengapa saya prihatin?  Bisa lah kita tengok kepada kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh elite politik tertentu yang hanya mementingkan kepentingan golongan tertentu saja. Beberapa waktu lalu ada berita yang mengabarkan bahwa “gaji anggota DPRD naik” dan alasan mereka meminta itu “supaya tidak ada korupsi”. Apa? Jadi selama ini mereka menjalankan praktik korupsi? Takkan ada habisnya kita membahas bobroknya politisi negeri ini. Sekarang mari kita fokus pada tema utama. “Mengapa Politik Kampus Hari Ini Cermin Politik Nasional di Masa Depan?” Kebanyakan dari pelaku politik di kanca nasional sekarang ini adalah pelaku politik kampus pada masanya. Ada banyak contoh pelaku politisi kampus yang kini terjun dalam kancah politik nasional seperti Muhammad Jusuf Kala, Anies Baswedan, Imam Nahrowi, Anis Mata, dan masih banyak lagi. Banyak politisi yang benar-benar menjungjung kepentingan r...

Aku, Novel, dan Modem Internet

Tiada hari tanpa internet. Pernyataan ini nampak berlebihan. Namun, di masa modern hampir seluruh aktifitas selalu membutuhkan internet. Mahasiswa yang ingin mencari artikel yang terkait tugas kampus, Ibu-ibu yang suka belanja dan membanding-bandingkan harga, bahkan anak-anak SD sekalipun kini membutuhkan internet. Namun, kebanyakan anak muda kini memanfaatkan kehebatan internet hanya terbatas pada media sosial. Mengunggah foto gaya alay, memperbaharui status galau yang seakan hidupnya adalah yang paling merana di dunia ini. Padahal, teknologi internet bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar update status setiap menit. “Aku kesepian, butuh teman nih.” “Dia tak dapat mengerti isi hatiku.” “Kuingin melupakanmu, namun aku tak bisa.” Alamak, piawai sekali anak muda kini merangkai kata. Kalau kamu mengumpulkan semua status yang pernah kamu tulis bisa jadi novel, diterbitkan, dapat uang deh. Hehe.... Hal itu tak pernah kusadari hingga kejadian ini menimpaku. Libur semester kali i...