Langsung ke konten utama

Nggak Betah di Asrama?


Hari gini masih nggak betah di asrama??? Please deh, kenapa juga harus nggak betah. Baik, mari kita coba analisis kenapa sih masih ada yang nggak betah.

1. Pertemanan
Nah, ini nih salah satu faktor yang mempengaruhi kebetahan kita di asrama(betul toh). Untuk faktor ini ada beberapa hal yang harus kamu hindari supaya pertemananmu di asrama baik:
-Nggak berani gaul; jangan salahin orang lain kalau kamu nggak berani gaul sama temen-temen kamu. Jangan sampai kamu nggak kenal sama teman sekamarmu. Beranikanlah diri memulai pergaulan dengan perbincangan singkat seperti menanyakan kabar, berdiskusi bareng teman, atau perhatiin temen yang butuh bantuan. Pokoknya, selama sikapmu tidak menyinggung hati orang lain, beranikanlah diri untuk bergaul. Jangan tertutup amat deh...
-Kebanyakan ngomong; orang susah ngomong memang membahayakan, tapi kalau kebanyakan ngomong gimana tuh? Ha, selain harus terbuka pada teman, kita juga harus menjaga mulut kita untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak terlalu penting. Apalagi kalau sampe ngomongin kejelekan orang lain dan menyakiti hati teman. Gimana tuh jadinya ya? Kamu juga jangan terlalu berlebihan jika berbincang dengan temanmu. Bicarakanlah hal-hal yang bernilai positif, jangan sampai deh orang lain risih mendengarkan kita berbicara dan ogah gaul sama kita.
-Kamu juga boleh tanya-tanya sama temen kamu seputar sikapmu. Mintalah temanmu untuk terbuka dan yakinkan ia kamu nggak bakal nimpukin dia kalau ngomongin keburukan kamu.

2. Prestasi di Sekolah
Nilai kamu mengkhawatirkan atau kamu belum puas dengan capaianmu sekarang? Hm... mungkin kamu salah strategi dalam belajar. Coba deh banyak-banyak diskusi sama temen kamu untuk mengetahui segimana jauh kemampuanmu bisa diandalkan. Ingat, semuanya harus dihadapi dengan kesabaran. Sabar disini bukan kamu tenang-tenang mendapat nilai tak kompeten trus kamu santai, BUKAN!!! Kamu harus berusaha lebih keras dan jangan lengah dengan rintangan dan godaan yang menggangu misimu.

3. Makanan kantin
Wih, kamu nggak suka makanan kantin. Kalau kamu nggak makan makanan yang telah disediakan terus kamu makan apaan? Pasir? Nggak kan? Untuk yang baru pertama masuk asrama mungkin akan sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan makanan. Tapi lama-lama kamu pasti suka. Lagipula makanan itu Insya Alllah nggak ada racunnya kok... 

4. Rutinitas di asrama
Masih susah bangun pagi? Atau kurang waktu tidur? Terkekang dengan peraturan madrasah? Atau belum biasa belajar di pagi siang malam? Hah... kamu harus membiasakan dirimu dengan rutinitasmu disini. Kehidupan asrama tuh dirancang supaya kita memiliki karakter yang kuat. Jadi, kalo sekarang kamu ngerasa tertekan, bersiaplah kamu akan menjadi orang yang bermental baja (wih....).

5. Kangen ortu, temen di kampung dan pacar (lho?)
Terus membayangkan saat-saat kebersamaan yang telah terlewatkan memang cukup menyakitkan. Tetapi kerinduan yang berlebih ini akan lebih bermanfaat jika kamu menjadikannya sebagai bahan bakar semangatmu. Dengan kerinduan yang semakin mengguncang, semakin harus kamu meyakinkan dirimu dan membuktikannya pada orang-orang dekatmu bahwa kamu dapat mempersembahkan prestasi terbaik .

Gimana kalau seperti ini, bisa? Kamu masih nggak betah dengan kehidupan asrama? Coba deh cari hal-hal yang bisa dibilang bagus didalam kehidupan asramamu. Kalau cari yang negatif, yakin deh nggak bakalan habis tuh!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pacaran untuk Mencari Jodoh yang Sholeh

Sebelum cari kriteria "Pacar yang cocok dan sholeh untuk dijadikan istri", kita harus ketahui bersama bahwa.... PACARAN DI DALAM ISLAM ITU HARAM. Kok bisa haram sih? Kalo mau nyari kata "pacaran" dalam Alquran maupun hadits, emang gak bakalan bisa ditemukan. Tapi, coba deh kita bahas apa aja sih yang biasa dilakukan ama orang pacaran? 1. Telepon berduaan aja, jalan-jalan berduaan aja, naik motor berduaan, nyari tempat sepi berdua biar adem, apa namanya kalo bukan berkhalwat? Tau kan ada hadits yang isinya begini, لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ “Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad) Wanita yang dimaksud di hadits ini adalah wanita yang bukan mahramnya. Mahram itu apa? Orang yang gak bisa dinikahi;ibu, adek/kakak perempuan, anak, nenek, dst. Kalo mahramnya cewek? Disesuaikan saja lah... 2. Minimal orang yang pacar...

Ujian Usai....!!!!

Huaaa..... Alhamdulillah. Akhirnya aku bebas dari rangkaian Ujian Tengah Semester yang berlangsung selama dua pekan ini. Setelah perjuanganku melawan kantuk untuk belajar dimalam hari (namun gagal), kini kebebasan benar-benar melegakan. Namun sayang, beberapa nilai yang telah keluar kurang memuaskan. Mungkin aku kurang serius belajar kali ya. Kerjaanku cuma denger MP3, baca cerpen, baca buku pelajaran sebentar, trus bobo...(!?). Gimana mau sukses, coba? Ya... ntar-ntar kalo ada ujian belajar bener-bener, nah?

Aku, Novel, dan Modem Internet

Tiada hari tanpa internet. Pernyataan ini nampak berlebihan. Namun, di masa modern hampir seluruh aktifitas selalu membutuhkan internet. Mahasiswa yang ingin mencari artikel yang terkait tugas kampus, Ibu-ibu yang suka belanja dan membanding-bandingkan harga, bahkan anak-anak SD sekalipun kini membutuhkan internet. Namun, kebanyakan anak muda kini memanfaatkan kehebatan internet hanya terbatas pada media sosial. Mengunggah foto gaya alay, memperbaharui status galau yang seakan hidupnya adalah yang paling merana di dunia ini. Padahal, teknologi internet bisa dimanfaatkan lebih dari sekedar update status setiap menit. “Aku kesepian, butuh teman nih.” “Dia tak dapat mengerti isi hatiku.” “Kuingin melupakanmu, namun aku tak bisa.” Alamak, piawai sekali anak muda kini merangkai kata. Kalau kamu mengumpulkan semua status yang pernah kamu tulis bisa jadi novel, diterbitkan, dapat uang deh. Hehe.... Hal itu tak pernah kusadari hingga kejadian ini menimpaku. Libur semester kali i...

Permohonan Maaf untuk Teman-Teman yang Merokok

Beberapa waktu lalu saya menulis berbagai tulisan di media sosial yang isinya mengkampanyekan hidup tanpa rokok. Tanpa bermaksud menyakiti orang lain, nampaknya ada pihak yang tersinggun dan langsung merespon. "Dengan merokok, kita dapat memunculkan inspirasi." Saya tak ingin membahas apakah merokok dapat memunculkan ispirasi atau tidak. Saya disini hanya ingin menyatakan minta maaf kepada orang-orang yang merasa tidak nyaman dengan berbagai tulisan saya yang memojokkan perokok. Motivasi saya menulis berbagai tulisan anti-rokok adalah ketika banyaknya orang yang tidak menghargai orang-orang di sekitarnya. Kita dengan mudah menemukan orang yang merokok di dalam bis umum ketika keadaan di dalam bis sesak penuh penumpang. Hal ini sungguh tidak menyenangkan bagi penumpang yang tidak merokok, termasuk saya. padahal, bahaya merokok udah banyak disosialisasikan di berbagai media. tapi, kalau sudah candu memang bahaya. Susahnya berhenti merokok saya dapati setelah ...