Langsung ke konten utama

Postingan

Sahabat yang Sempurna

Selama ini kita selalu mencari seorang sahabat yang sempurna, tidak memiliki kekurangan sedikit pun. sehingga ketika ada seseorang yang dekat dengan kita yang memiliki sedikit kekurangan, kita langsung berusaha untuk menjauhinya bahkan memutuskan hubungan sosial. Jikla hal itu benar adanya, lantas kapan kita bisa memiliki sahabat? Tidak akan pernah. Maka, jika ada seseorang atau lebih yang cukup dekat dengan kita usahakanlah untuk menjaga ikatan sosial dengannya. Usahakan pula untuk tidak terikat dengan seseorang. Hidupmu bukan untuk berdua. Dalam realisasinya, mungkin kita harus mengorbankan hati kita. Berkorban untuk tidak egois. Karena itu, jagan jadikan jalinan persahabatan sebagai bungkus kepentingan egoisme. Mungkin dalam benak kita selama ini bentuk pengorbanan dalam persahabatan hanyalah sebatas pengeluaran materi, atau waktu lebih untuk bersama. Namun, ada yang lebih penting. Yakni mengorbankan ego kita. Hanya dengan hati yang ikhlash egoisme dari dalam jiwa bisa musnah.

Benarkah anda yang terbaik???

Kita sering membicarakan kekurangan orang lain. Baik yang tampak ataupun yang dipaksakan ada. Egois lah, nakal lah, pelit lah, pokoknya segala kekurangan orang lain yang menurut kita salah selalu diumbarkan kepada orang lain. Namun, kita tidak menyadari kalau sesungguhnya saat kita membicarakan kekurangan orang lain itu sama saja dengan mengumbar kekurangan sendiri. Benarkah? Coba saja anda mengingat-ingat, siapa saja orang yang anda umbar kekurangannya. Itu terdapat pada diri anda. Jadi, jangan lah mengumbar kekurangan orang lain, kecuali kepada yang bersangkutan secara langsung dengan maksud kritik yang baik. Karena ghibah itu dilarang....

UPDATE: FAKTA AL-QUR'AN itu benar

"Qs. At Taubah ayat 109, sbb (Terjemahan ) : "Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar taqwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang Zalim." Disitu disebutkan keruntuhan sebuah bangunan karena yang mendirikannya adalah orang -orang yang zalim. Pada surat At Taubah diatas telah disebutkan kata “JURUFIN HAR” yang oleh ulama tafsir dulu diterjemahkan sebagai “ditepi jurang yang runtuh” ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan dikota New York tempat berdirinya WTC, yaitu : Jalan JERF HAR. Gedung WTC runtuh pada tanggal 11-9-2001 Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata) : * Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terlet...

Kata-Kata Mutiara dari Imam Syafi'i

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman Tinggalkan negrimu dan merantaulah ke negri orang Merantaulah, kau akan dapatkan dari kerabat dan kawan Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang. Aku melihat menjadi rusak karena diam tertahan Jika mengalir menjadi jernih Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa Anak panah jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum di gali dari tambang Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa Jika di dalam hutan. Imam Syafi’i

Percayalah, Tuhanmu akan memberikan yang terbaik

Apa yang akan anda rasakan jika keinginan kita tidak terwujud? kebanyakan dari kita merasa sedih, marah, dan berbagai perasaan buruk lainnya yang tidak enak untuk dirasakan. Sebenarnya hal itu tidak harus terjadi jika kita telah berprinsip "Bahwa Tuhan kita telah merencanakan hal yang terbaik untuk kita". Sebagaimana kita ketahui, Tuhan kita telah menggariskan takdir kita sebelum alam semesta ini tercipta. Maka kita tidak perlu bersedih, karena sesungguhnya, Tuhan kita telah merencanakan yang terbaik untuk kita. Jadi, hal apapun yang terjadi pada kita, percayalah bahwa Tuhan kita akan memberikan yang terbaik walau pada saat ini kita melihatnya tidak baik...

Teori Big Bang Salah Satu Bukti Kebenaran Al-Qur’an

Teori Big Bang yang baru dikenalkan pada abad 20-an Masehi menyatakan bahwa alam semesta tercipta dalam 6 tahapan. Namun, pada abad 6 Masehi, Nabi Muhammad menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam 6 masa. Sebagaimana diungkapkan dalam Al-Qur’an Surat Yunus Ayat 3:"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan..." (QS Yunus:3). Pertanyaan kita, darimana beliau mendapatkan jawaban tersebut? Bukankah pada zaman beliau hidup teknologi belum berkembang. Apalagi teleskop. Jawabannya adalah: “Nabi Muhammad mendapatkan keterangan tersebut langsung dari sang pencipta alam yakni Allah” Ribuan tahun para ilmuwan berusaha meneliti antariksa. Bahkan, ketika Copernicus abad 14 dan Galileo abad 16 mengatakan matahari sebagai pusat edar, keduanya dihukum karena dianggap menentang keyakinan agama di Eropa waktu itu. Mereka dicap pendusta dan gila. Baru pada abad 20 dengan hitun...

Sombong

Kita selaku manusia pasti pernah merasakan rasa sombong. Namun, apakah kita layak untuk menyombongkan diri? tentunya tidak. Karena segala sesuatu yang ada di dunia ini, termasuk hasil jerih payah kita adalah milik-Nya. Bulanglah sifat tersebut! Saya mempunyai pengalaman yang dapat menjadi pelajaran seumur hidup saya. Pada saat saya masih duduk di bangku SD, saya boleh dikata mendapatkan prestasi yang dapat dibanggakan oleh diri sendiri. Namun saya sombong, saya mengejek teman sekelas saya yang prestasinya dibawah saya. Alhasil, Satu per satu teman saya menjauh. Saya pun menjadi kurang bergaul. Namun, akhirnya saya tahu bahwa saya ini sombong. Setelah mencoba untuk menghilangkan sifat tersebut, rasa dengki yang tertanam pada hati mereka kepada saya hilang. Dan mereka kembali berteman dengan saya. Intinya, apapun kelebihan yang kita miliki, jangan membuat kita tinggi hati. Bahkan, Al_qur'an pun menyebutkan bahwa orang sombong akan dimasukan kedalam neraka Jahannam. Sebagaimana Firman...